Apa Yang Perlu Diketahui Sebelum Menghangatkan Makanan Sisa?

 
 
  

 

Banyak dari kita yang tak menghabiskan makanannya dan memilih untuk memanaskan makanan. 

 

Alasannya biasanya adalah karena merasa sayang untuk dibuang.

 

Kalau dibuang sayang, tapi kalau dimakan lagi perut sudah mau meledak. Akhirnya kita simpan di dalam kulkas biar tidak basi dan keesokan harinya kita panaskan kembali agar dapat dimakan kembali. 

 

Eits tunggu dulu! Kebiasaan kita memanaskan kembali makanan sisa ternyata bisa membuat kita keracunan makanan dan kena kanker. Parahnya lagi, makanan yang sering kita panaskan kembali adalah makanan umum yang sering kita konsumsi.

 

Daripada kita terus-terusan sakit, lebih baik cari tahu dulu 6 makanan yang tidak boleh dipanaskan ulang. 

 

 

 

1. Kentang 

 

 

Kentang memang enak sekali dijadikan camilan atau lauk makanan. Tapi tahu tidak kalau memanaskan ulang kentang dapat membuat tubuh kita terkena penyakit mematikan?

Makanan yang merupakan sumber karbohidrat ini ternyata juga tidak boleh dipanaskan ulang. Proses pemanasan tersebut menimbulkan senyawa beracun yang membahayakan tubuh. Jika ingin tetap hangat, kita bisa menyimpan nasi dan kentang ke dalam magic jar. 

  

Ketika kentang dipanaskan kembali, kentang bakalan menjadi tempat paling enak untuk bakteri langka, botulism berkembang biak. 

 

Bakteri botulism inilah yang bisa membuat kita keracunan makanan.  

  

 

 

2. Ayam  

 

 

 

Ayam adalah salah satu daging yang penuh dengan kandungan protein dan tenaga untuk kita. 

 

Namun, memanaskan kembali ayam bisa membuat komposisi protein di dalamnya jadi berubah. 

 

Bahkan, ayam yang dipanaskan bisa membuat kita mengalami masalah pencernaan.

  

Jangan pernah memanaskan ayam dengan cara digoreng. Karena, proses menggoreng ulang ayam akan memicu timbulnya zat penyebab kanker.

 

 

 

3. Telur  

 

 

 

Selalu diingat sebagai makanan kaya protein, menghangatkan kembali telur yang sudah dimasak harus segera kita hindari. 

 

Kalau kita menghangatkan telur yang sudah dimasak, protein di dalam telur bisa rusak, karena terus-menerus terkena panas. 

 

Selain itu, telur yang dihangatkan kembali bisa menjadi racun dan sangat tidak bagus untuk dikonsumsi lagi. 

 

Jika nekat disantap, kita mungkin akan mengalami gangguan pencernaan hingga keracunan.

 

  

 

 

 

4. Bayam 

 

 

 

Walau bayam mengandung banyak sekali nutrisi baik bagi tubuh, jangan pernah memanaskan kembali ketika sudah dingin. 

 

Bayam punya banyak banget kandungan nitrat, yang kalau dipanaskan bisa berubah jadi karsinogen, zat yang bisa menyebabkan penyakit kanker.

   

 

 

5. Minyak masak 

 

 

 

Siapa yang suka menyimpan minyak yang sudah kita pakai masak dengan alasan untuk menghemat? 

 

Ternyata memakai kembali minyak masak ternyata bisa membahayakan tubuh kita. 

 

Pasalnya, minyak masak yang sudah kita pakai, kalau dipanaskan kembali bisa melepaskan berbagai macam racun yang mengancam tubuh dan juga mengeluarkan radikal bebas yang mematikan.

 

Satu-satunya cara terhindar dari hal ini adalah hanya memakai minyak masak satu kali aja dan setelahnya segera dibuang. 

 

 

 

 

6. Nasi  

 

 

 

Sebagai makanan pokok orang Indonesia, ternyata nasi sama sekali tidak boleh dipanaskan berkali-kali. 

 

Beras pada dasarnya punya bakteri. Kalau nasi yang sudah matang dibiarkan di tempat dingin dalam waktu yang lama, bakteri tersebut bakalan berkembang biak lebih cepat dan banyak. 

 

Bahkan, memanaskan nasi yang sudah dingin tidak bisa menghilangkan bakteri jahat tersebut.  

 

Hal yang akan terjadi sama tubuh ketika makan nasi yang dipanaskan kembali adalah bisa keracunan, muntah-muntah, hingga terkena diare.  

 

  

 

7. Vitamin C  

 

 

vitamin C merupakan jenis vitamin yang larut dalam air dan sangat sensitif terhadap temperatur atau suhu? Karena sifatnya tersebut, vitamin C akan dengan mudah mengalami degradasi atau penurunan jumlah selama proses masak dan penghangatan makanan.

Selain itu karena sifatnya yang larut air inilah, maka vitamin C dapat mengalami leaching (larut ke dalam air) bila dimasak dengan menggunakan air yang banyak seperti direbus. 

 

Dalam suatu penelitian, diketahui bahwa merebus sayuran dapat menurunkan kadar vitamin C dalam sayur minimal hingga 27 persen. Bayangkan bila makanan tersebut dipanaskan berulang-ulang?

 

   

 

 

8. Sayuran Hijau  

 

Sayuran hijau juga tidak boleh dipanaskan ulang karena akan merusak vitamin dan serat di dalamnya. Jika dipanaskan ulang, warna hijau pada sayur akan berubah kehitaman. Perubahan warna ini menandakan perubahan nutrisi dalam sayur menjadi zat pemicu kanker.

Selain itu, kandungan nitrat dalam sayuran akan berubah menjadi nitrit dan nitrosamin ketika dipanaskan akan melepaskan sifat karsinogenik yang memicu penyakit kanker. 

 

Selain itu, sayuran hijau juga umumnya memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Memanaskan makanan dengan kandungan zat besi memicu oksidasi zat besi yang meningkatkan risiko penyakit kronis. 

Sementara itu, tumisan sayur ketika dihangatkan tidak akan menyebabkan banyak menurunnya kadar vitamin C dari proses leaching karena hanya menggunakan sedikit air, namun bisa saja meningkatkan kadar lemak trans apabila dihangatkan dalam suhu tinggi. 

Saat memanaskan makanan sisa, yang menjadi kekhawatiran sebenarnya adalah apakah makanan tersebut sudah terbebas dari kuman yang mungkin mengkontaminasi ketika sisa makanan disimpan.

Ada baiknya makanan sisa yang sudah tidak dimakan lagi disimpan dalam kulkas, maksimal dua jam setelah matang, untuk kemudian dihangatkan lagi bila ingin dikonsumsi, dengan maksimal hanya 1 kali penghangatan. Dengan menyimpannya dalam lemari pendingin, maka kemungkinan kontaminasi dari kuman dapat dicegah. 

  

 

 

 

9. Jamur 

 

 

 

Jamur merupakan sumber protein nabati yang baik bagi tubuh. Selain itu, jamur juga mengandung mineral, vitamin, asam amino, dan antioksidan yang berperan penting menjaga kekebalan tubuh. Sebaiknya, konsumsilah makanan olahan jamur selagi hangat. Sebab, menyantap jamur yang dipanaskan ulang menimbulkan gangguan pencernaan. 

 

  

 

 

10. Gorengan  

 

 

Makan tempe goreng, bakwan, serta pisang goreng yang sudah dingin tentu kurang nikmat. Tapi, menggoreng kembali makanan itu bukan solusi yang tepat. Makanan yang digoreng kembali akan menyerap banyak minyak yang menyebabkan kolesterol.

 

Golongan makanan jenis gorengan mengandung kalori yang sangat tinggi. Juga kandungan lemak/minyak dan oksida dalam gorengan juga cukup tinggi. Ini dapat menjadi pemicu kegemukan, hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam proses penggorengan juga banyak zat yang karsiogenik yang cenderung menjadi penyebab kanker apabila sering dikonsumsi.

   

 

 

11. Masakan Bersantan 

 

 

Berbagai makanan olahan bersantan sangat mudah ditemukan di Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki makanan khasnya sendiri dengan bahan santan. 

 

Namun, upayakan agar tidak memanaskan jenis makanan ini berkali-kali karena kandungan minyak di dalamnya dapat berubah menjadi lemak jahat.

 

  

 

12. Cold Pressed Oil  

 

 

Cold pressed oil adalah minyak yang dihasilkan dari penekanan suhu rendah sehingga nutrisinya masih sangat terjaga. Cold pressed oil bisa terbuat dari kacang almon, zaitun, alpukat, dll. Minyak ini sangat kaya akan omega-3. 

 

Namun, minyak ini sangat sensitif terhadap panas. Menghangatkannya berarti merusak kandungan omega-3 yang terkandung di dalamnya. Jadi, jangan pernah menghangatkan minyak hasil tekanan dingin ini, ya.

 

 

Tidak semua makanan sisa berbahaya bila dipanaskan kembali. Namun, ingatlah untuk tidak langsung memasukkan makanan hangat ke dalam kulkas atau freezer, bungkus makanan sisa untuk mencegah kontaminasi, dan upayakan untuk tidak menghangatkan makanan lebih dari satu kali. 

 

Walaupun terkesan mudah, beberapa hal di atas harus Anda perhatikan dalam memanaskan makanan. Ini penting untuk memastikan Anda dan keluarga terhindar dari potensi keracunan makanan. Semoga bermanfaat!

Dari berbagai sumber. 

 

 

 

 

 

 

Enzim