Bolehkah Minum Air Alkali Bersamaan Dengan Obat?

 

 

 

LIFE WATER VS KANGEN WATER, BOLEHKAN DIMINUM BERSAMA OBAT-OBATAN? 

 

 

Di Grup Telegram Hydrogen for All, ada diskusi menarik yang diawali dengan pertanyaan seputar konsumsi obat bersama air alkali kaya hidrogen. 

 

 

 

TANYA: 

 

Selamat sore Dok. Mau tanya kalo life water boleh diminum setelah minum obat? Karena sebelumnya saya minum kangen water dan katanya tidak boleh, harus minum air mineral biasa dulu tidak boleh yang ph-nya tinggi. Apakah life water juga sama?

 

 

 

JAWAB: 

 

Selamat pagi Bu.

Sebetulnya Kangen Water & LifeWater itu sama-sama mesin water ionizer, jadi sama-sama menghasilkan air alkali terionisasi kaya hidrogen.

Karena sama-sama air hidrogen, berarti aturan minumnya sama.

Memang dulu banyak edukator di komunitas Kangen Water yang menyarankan tidak minum obat bersama air alkali (air hidrogen). Tapi sampai saat ini, tidak ada satupun penelitian yang mendukung hal ini.

Artinya tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa air alkali atau air hidrogen bisa mengganggu penyerapan obat, atau membuat kerja obat terganggu di dalam tubuh.

Malah karena air alkali kaya hidrogen diproduksi dengan cara elektrolisis (disebut juga air terionisasi), dikatakan airnya lebih cepat diserap sehingga lebih cepat menghidrasi tubuh (Gambar 1, Susan Lark).

Obat dibawa dari saluran cerna ke dalam sel targetnya oleh air yang kita minum. Artinya, bila air yang kita minum lebih cepat diserap, berarti obat-obat yang diminum bersama air terionisasi juga seharusnya bisa lebih cepat diserap tubuh. Tentu saja hal ini perlu diperkuat dengan berbagai penelitian khusus tentang penyerapan obat bersama air terionisasi.

Tapi intinya, tidak perlu takut minum obat bersama air alkali terionisasi kaya hidrogen. Banyak pasien diabetes di klinik khusus penyakit dalam Interna Medika Karawang yang minum obat gulanya bersama-sama air hidrogen yang diproduksi mesin water ionizer, gula darahnya terkontrol. Mereka bisa mengurangi obat-obat gulanya, bahkan sebagian bisa tidak minum obat sama sekali dan gula darah serta HbA1C-nya terkontrol dalam batas normal. 

 

 

 

Ditulis oleh: Dr. Andi Pratama Dharma, Sp.PD