Breakfast / Makan Pagi

 
 
  

Memulai hari dengan makanan yang tepat adalah kunci dari hidup sehat.

Berdasar ritme sirkadian, tubuh manusia rentan dengan efisiensi energi di pagi hari.

Karena fokus tubuh adalah membuang sisa metabolisme malam hari.

Mengkonsumsi sarapan yang salah, akan mengganggu fokus tersebut, dan akan menghasilkan banyak masalah, di hari ini, esok hari, dan jauh di masa depan.

Di sisi lain, sarapan yang tidak tepat minim sumbangan energi sejati, energi dari alam. 

Dari sisi ilmiah sendiri pun, tanpa disadari kita mengenal konsep yang sebenarnya amat erat kaitannya dengan konsep mengambil energi kehidupan dari alam lewat makanan.

Tubuh manusia dihidupkan oleh keberadaan enzim. Suatu unsur yang menjadi katalis, pendorong, beragam reaksi metabolisme yang membuat manusia bisa menjalani kehidupan.

Kita mengenal 5.000 – 20.000 enzim yang berperan vital dalam menjaga kehidupan. Kehabisan cadangan enzim, identik dengan berhentinya hidup.  

Antioksidan juga representasi energi alam. Sesuatu yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi, reaksi kimia yang dapat menghasilkan pemicu reaksi berantai perusak sel.

Kita mengenal istilah radikal bebas untuk menggambarkan proses oksidasi ini.

Mengkonsumsi makanan segar dalam bentuk buah-buahan dan sayuran adalah salah satu cara membuat tubuh mendapatkan antioksidan yang mampu meredam kerusakan sel . 

Buah dan sayuran segar tanpa masak adalah gudangnya enzim yang bisa dimanfaatkan.

Banyak penelitian yang menemukan kaitan langsung antara efisiensi serta pengehematan pemakaian enzim dengan panjangnya kualitas hidup seorang manusia.

Terbukti bahwa paham energi kehidupan bukanlah sebuah hal mengada-ada yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.

Mengkonsumsi makanan yang tepat, terutama saat sarapan, bisa memindahkan energi kehidupan dari alam ke dalam tubuh dan membuat kualitas kesehatan kita terjaga selalu.

By: Erikar

 

 

Enzim