Enam Penyakit yang Tergolong Silent-Killer


 

 

 

 
 

ENAM PENYAKIT YANG TERGOLONG “SILENT KILLER” 

 

 

 

 

Setidaknya ada enam penyakit yang sering tidak memiliki keluhan apa-apa, namun bila tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang serius, bahkan mematikan.

Perlu diingat bahwa semua komplikasinya terjadi tidak segera, namun secara bertahap, yang kadang membutuhkan waktu belasan bahkan puluhan tahun. 

 

 

1. HIPERTENSI

 

 

Dalam hipertensi, dikenal aturan 50% atau Rules of 50 (rules of halves).

Hanya 50% pasien yang terdeteksi menderita tekanan darah tinggi dari seluruh pasien hipertensi di masyarakat.

Dari seluruh penderita yang didiagnosis tadi, hanya 50% yang minum obat secara teratur. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien hipertensi tidak memiliki keluhan yang berarti.

Bila tidak dikelola baik, tekanan darah yang tinggi bisa menyebabkan serangan jantung dan gagal jantung, stroke perdarahan maupun sumbatan, gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, hingga gangguan penglihatan hingga kebutaan. 

 

 

 

 

2. KOLESTEROL

 

 

Kadar lemak darah yang tinggi juga biasanya jarang menimbulkan keluhan, berlawanan dengan mitos yang berkembang di masyarakat.

Karena itulah dislipidemia, atau kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi di dalam darah juga disebut sebagai silent killer.

Bila dibiarkan tinggi tanpa diet, olahraga, atau minum obat teratur, penyakit ini bisa menyebabkan serangan jantung, stroke infark, perlemakan hati hingga pengerasan hati atau sirosis, dan berbagai penyakit berat lainnya. 

 

 

 

3. BATU GINJAL

 

 

Sebuah penelitian pada 1220 pasien yang menjalani pemeriksaan ultrasonografi ginjal di pusat penelitian di New York menunjukkan bahwa lebih dari 45% pasien dengan batu ginjal tidak memiliki keluhan sama sekali.

Bila batu ginjal tidak dikeluarkan (baik dengan obat-obatan maupun intervensi bedah), lama kelamaan terjadi kerusakan ginjal yang makin berat, yang bisa menyebabkan gagal ginjal terminal yang membutuhkan cuci darah rutin hingga transplantasi ginjal. 

 

 

 

4. ASAM URAT

 

 

Hanya 1/3 pasien dengan asam urat yang tinggi memiliki keluhan yang bermakna.

Kadar asam urat yang tinggi tanpa pengobatan dalam waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan ginjal serius yang bisa mengancam jiwa.

Ada tiga cara kerusakan ginjal bisa terjadi pada pasien dengan kadar asam urat yang tinggi.

Pertama melalui kerusakan ginjal akibat penyakit rematik asam urat (gout) yang kronis.

Kedua melalui pembentukan batu ginjal jenis batu asam urat yang secara bertahap merusak ginjal.

Ketiga langsung akibat kadar asam urat yang tinggi, atau dikenal sebagai nefropati asam urat.

Selain itu, kadar asam urat yang tinggi juga terbukti merupakan prediktor kematian yang kuat pada pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah serta stroke. 

 

5. HEPATITIS B KRONIS

 

 

Infeksi hepatitis B merupakan salah satu penyebab utama dari sirosis dan kanker hati di negara-negara Asia termasuk di Indonesia. Sirosis dan kanker liver merupakan stadium lanjut dari semua penyakit liver, dan merupakan dua penyebab kematian utama dari 50 penyakit paling mematikan di Indonesia menurut data WHO. Hepatitis B kronis kebanyakan asimtomatik, sejak pertama kali mendapat penularan sampai menjelang mulai timbulnya keluhan sirosis dan kanker liver.

Sekitar 30% pasien yang tidak diobati akan berkembang menjadi sirosis dalam 10-20 tahun.

Penularan yang sering tidak diketahui masyarakat awam adalah melalui pisau cukur yang tidak steril di pangkas rambut yang biasa ada di masyarakat kita. 

 

 

 

 

6. DIABETES

 

 

Pada saat pertama kali didiagnosis, biasanya pasien dengan diabetes memiliki banyak sekali keluhan yang khas.

Akan tetapi bila telah biasa menderita penyakit kencing manis bertahun-tahun, banyak sekali pasien diabetes yang tidak berobat secara teratur karena tidak memiliki keluhan yang berarti. Itulah sebabnya banyak ahli yang juga memasukkan penyakit gula darah yang tinggi ini juga ke dalam salah satu dari silent killer.

Di Indonesia, diabetes menempati urutan ke-3 setelah stroke dan penyakit jantung sebagai penyebab kematian utama.

Penyakit ini juga merupakan faktor risiko utama dari stroke, serangan jantung, dan merupakan salah satu penyebab kebutaan non-trauma yang paling sering.

Bersama hipertensi, penyakit ini menyumbang lebih dari 70% dari seluruh kasus gagal ginjal. 

 

Berapa Nilai Gula Darah Yang Baik 

 

Semoga bermanfaat.

Oleh Dokter Andi Pratama Dharma 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setia Kangen Water Bali telah diuji oleh penderita gagal ginjal dan kesaksian mereka sama semua, jadi bisa minum air lebih banyak dan keadaan ginjal mempunyai perubahan yang lebih baik, silahkan klik untuk melihat kesaksian mereka

 

Silahkan klik link ini untuk melihat beberapa kesaksian pelanggan depo Setia Kangen Water Bali

 

Silahkan klik link ini untuk melihat sertifikat kesehatan depo Setia Kangen Water Bali

 

Silahkan klik link ini untuk melihat beberapa contoh instalasi depo Setia Kangen Water Bali

 

Silahkan klik link ini untuk melihat penjelasan kangen water oleh dokter dari berbagai negara

 

Silahkan klik link ini untuk melihat kumpulan demo mesin kangen water

 

Silahkan klik link ini untuk berlangganan Setia Kangen Water Bali untuk keluarga anda tercinta