Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease)

 
 
   

GERD (gastroesophageal reflux disease)  

 

Adalah kondisi malfungsi dari keran pencegah naiknya asam lambung. Kerusakan keran itu membuat asam lambung merembet naik ke saluran esophageal dan memberikan rasa tidak nyaman, sakit di dada serta kerongkongan, bahkan gangguan tidur serius.

Tapi problematik GERD bukan masalah yang melulu fisik, tapi juga dari sisi psikis penderita.

Mereka lebih suka menyalahkan faktor genetik yang membuat tubuh mereka gagal berfungsi secara normal. Dan tanpa sadar terjebak dalam status quo yang sebenarnya membuat masalah mereka kian parah dari waktu ke waktu. 

 

Banyak juga yang mudah menyalahkan stress ketimbang mengkoreksi kesalahan, gaya hidup mereka. 

 

Konyolnya solusi yang dipilih dari sisi pengobatan kadang memberi masalah baru.

Mengurangi produksi asam lambung dengan minum obat antasida semisal, akan berujung menimbulkan rentetan masalah kesehatan yang ada kaitannya dengan kegunaan asam lambung.

Penurunan daya tahan tubuh karena rentan terserang bakteri-virus-parasit, pengeroposan tulang, ketidak seimbangan bakteri usus, dan masih banyak masalah kesehatan lebih serius mengancam di masa depan. 

Pola makan tepat guna, juga berarti meminimalisir substansi-substansi yang rentan pemicu masalah bagi tubuh.

Menghindari makanan-minuman yang memicu produksi asam lambung berlebih untuk mencerna seperti protein hewani.  

 

Menjauhi makanan prosesan yang membuat produksi asam lambung berlebih untuk menjaga keamanan. Mengeliminir menu pengikis dinding cerna seperti teh hijau, kopi atau teh semisal otomatis akan menghilangkan tambahan masalah bagi penderita GERD.

Memilih pola makan yang kaya dengan sifat pembentuk basa, kaya antioksidan, segar, dan alami sesuai kapasitas kerja sistem cerna, adalah solusi permanen bagi penderita masalah GERD

Ditulis oleh : Erikar Herlambang

 

 

Terlalu banyak daging pemicu asam lambung?

 

6 cara menaikkan kadar asam lambung yang rendah