Mitos Penyakit Asam Urat

        

  

 

 

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, di area persendian. Semua sendi di tubuh bisa terkena. Yang umum dikenal adalah persendian jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. 

 

Laki-laki di atas usia 50 tahun, sangat umum terkena masalah asam urat. Tapi dengan perkembangan pola hidup yang makin buruk, di usia 30-an pun, sudah cukup banyak masalah asam urat ditemukan. Pada wanita, penyakit asam urat ini kerap dilaporkan setelah masa menopause. 

 

Asam urat dimulai saat tubuh mengalami kelebihan zat purin yang ada dalam beberapa jenis makanan. Karena kondisi tubuh tidak baik, konsentrasi kelebihan tersebut tidak bisa dibuang, akhirnya ia membentuk semacam kristal-kristal dalam persendian yang punya efek seperti menusuk saat persendian digerakkan. Hal itu menjadi penyebab rasa sakit yang dialami pengidap asam urat. Saat kambuh gangguan ini dapat berlangsung selama rentang 3-7 hari, tapi tidak jarang melebihi waktu tersebut. 

  

 

 

 

Faktor Pemicu Asam Urat 

 

 

Problem nyeri persendian yang dipicu oleh asam urat acap terjadi oleh penyebab berikut ini:

  

 · Mengkonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, beberapa jenis makanan laut, dan hidangan diawetkan.

· Rutin minum teh, kopi, dan alkohol.

· Konsumsi obat berkepanjangan.

 · Memiliki masalah medis, seperti: diabetes, jantung, gangguan sindrom metabolik, ginjal, tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia,, hipertensi, atau masalah kelebihan berat badan dan lainnya.

· Mengalami cedera atau pemulihan dari pembedahan

 

 

Salah Kaprah Penyebab Asam Urat

 

Sering orang mengira penyebab asam urat adalah sayur-sayuran, terutama sayuran berwarna hijau, seperti kangkung, selada, bayam, dan lain sebagainya. Ini dikarenakan kandungan purin dalam sayuran tersebut termasuk golongan menengah ke atas. Benarkah demikian?

 

Sejatinya tidak. Sayuran hijau selama dikonsumsi benar, dengan cara segar semisal, purinnya tidak akan dikonversikan oleh tubuh menjadi asam urat. Bila berlebihan ia akan dengan mudah dibuang oleh sistem yang bekerja dalam tubuh. Dan sudah lama ditemukan dalam ilmu gizi terkini, banyak mengasup buah dan sayuran segar dengan cara benar akan membuat sistem tubuh terjaga sempurna fungsinya.

 

Hanya saja bila konsumsi sayuran yang diasup sehari-hari hanya terdiri dari sayur yang itu-itu saja, kemungkinan penumpukan itu memang mungkin saja terjadi. Itu sebabnya meragamkan jenis dan warna sayuran yang dikonsumsi sehari-hari amatlah diperlukan.

 

 

 

 

Penyebab Sesungguhnya Asam Urat

 

 

Faktor pemicu nyeri tubuh akibat asam urat lebih banyak terjadi, dan sering tidak disadari, adalah pasca konsumsi protein hewani atau daging. Ini dikarena kadar purin yang terkandung di dalamnya cukup tinggi, dan tubuh kesulitan untuk membuangnya dari badan saat berlebihan.. Jika terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi purin yang sulit diproses oleh badan seperti daging, tentu saja risiko penumpukan asam urat akan meningkat.

 

Hal sama juga terjadi pada beberapa jenis makanan yang umum dikonsumsi, seperti jeroan, makanan diawetkan, makanan diproses panjang dan lain sebagainya. 

 

Dalam beberapa kasus konsumsi beberapa jenis minuman seperti teh, kopi, dan alkohol akan memperparah kondisi penyakit asam urat. Mengapa? Karena jenis minuman itu mengganggu persediaan serta sirkulasi cairan tubuh. Akibatnya pembuangan kelebihan purin dari tubuh rentan terganggu, dan ia berpotensi menjadi asam urat, menumpuk pada persendian dan menimbulkan rasa sakit berkepanjangan.

 

Konsumsi makanan yang baik, bisa mencegah serta menyembuhkan masalah asam urat. Juga perhatikan kecukupan air putih berkualitas dalam menjaga kesehatan. Pelaku pola makan yang benar, banyak mengkonsumsi buah dan sayuran segar secara benar dan ekslusif hanya minum air putih dalam jumlah cukup semisal, umum dilaporkan steril dari masalah asam urat. Atau setidaknya tersembuhkan dari masalah tersebut.

 

 

25 gram serat/hari

 

Animal VS plant based protein

 

Manfaat buah-buahan