Mitos Seputar Tipes

 

 

 

 

 

 

 

MITOS SEPUTAR DEMAM TIFOID (TIPES) 

 

Penyakit demam tifoid (typhoid fever), atau lebih dikenal di masyarakat sebagai penyakit tipes/tipus merupakan penyakit infeksi yang endemik (terjadi sepanjang tahun) di Indonesia. 

Karena angka kejadiannya cukup tinggi, banyak sekali mitos dan hoax yang beredar di masyarakat seputar penyakit ini.

Berikut tujuh mitos yang mungkin paling sering dijumpai.

 

1. DEMAM TIFOID MERUPAKAN PENYAKIT YANG SANGAT BERBAHAYA.

Penyakit demam tifoid merupakan penyakit infeksi biasa yang bisa menyerang siapa saja, seperti halnya infeksi saluran nafas atas (batuk pilek, nyeri tenggorokan) yang juga sangat sering terjadi di masyarakat kita.

Dengan antibiotik yang tepat dan istirahat yang cukup, penyakit ini biasanya membaik dalam beberapa hari.

Komplikasi dan angka kematian akibat penyakit ini saat ini sudah cukup rendah, hanya sekitar 0,9%.

Itu pun biasanya terjadi pada mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah akibat penyakit lain, misalnya pada penderita diabetes, pasien tuberkulosis, pasien lansia, atau anak berkebutuhan khusus.

 

2. HAMPIR SEMUA PENYAKIT DEMAM DISEBABKAN KARENA TIFOID.

Tidak semua orang dengan demam penyebabnya adalah tipes.

Bila keluhan demam disertai batuk pilek dan nyeri tenggorokan, lebih mungkin penyebabnya infeksi saluran nafas atas; bila disertai mencret yang sering dan mual muntah, mungkin penyebabnya adalah gastroenteritis atau muntaber; bila disertai nyeri saat buang air kecil, bisa jadi hanya infeksi saluran kemih; bila demamnya tinggi terus menerus, malah mungkin perlu diperiksa trombosit untuk menyingkirkan kemungkinan demam berdarah.

Intinya, banyak sekali penyakit yang disertai keluhan demam, dan tipes merupakan salah satu di antaranya.

 

3. SEMUA PASIEN DEMAM TIFOID HARUS DIRAWAT INAP.

Seperti halnya penyakit infeksi lain, pengobatan penyakit ini biasanya dilakukan dengan pemberian antiobiotik per oral dan obat-obat suportif dengan rawat jalan.

Sebagian kecil pasien yang masih mengalami demam atau kondisinya makin memburuk setelah 3-4 hari minum obat, kadang memerlukan rawat inap untuk mendapat antibiotik lewat infus yang lebih ampuh.

Jadi tidak benar semua pasien tipes harus dirawat inap di rumah sakit.

 

4. BILA HASIL LAB WIDAL POSITIF, SUDAH DIPASTIKAN PASIEN MENDERITA DEMAM TIFOID.

Pemeriksaan darah Widal merupakan tes yang mengukur kadar antibodi terhadap kuman Salmonella typhi, bakteri penyebab penyakit ini.

Bila seseorang pernah menderita tipes bertahun-tahun sebelumnya misalnya, kadang kadar antibodi di dalam darahnya masih cukup tinggi, sehingga memberikan hasil tes yang positif, padahal yang bersangkutan tidak memiliki keluhan apa-apa.

Demikian juga pasien demam yang membawa hasil lab Widal yang positif, belum tentu menderita demam tifoid, karena bisa saja masih memiliki kadar antibodi yang masih cukup tinggi dari infeksi yang terdahulu.

 

5. DEMAM TIFOID ADALAH PENYAKIT KRONIS YANG SERING KAMBUH.

Penyakit tipes adalah infeksi akut (mendadak) yang terjadi pada orang yang terkena infeksi kuman Salmonella typhi beberapa hari sebelum gejalanya timbul.

Seperti halnya batuk pilek yang bisa terjadi berulang kali dalam setahun, demikian juga setelah sembuh, penderitanya dalam beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian bisa terkena penyakit yang sama. Istilahnya bukanlah kambuh, bukan seperti penyakit asma atau alergi yang tidak sembuh dan bergantian antara periode remisi dan eksaserbasi.

Penderita hanya terkena infeksi lagi dengan jenis kuman yang sama, dan biasanya juga akan sembuh setelah diterapi dengan baik.

 

6. SETELAH SEMBUH, PASIEN HARUS TERUS DIET LUNAK AGAR TIDAK KAMBUH.

Pada saat awal demam, kadang dokter menyarankan makan bubur, nasi tim, atau makanan yang lunak karena penyakit tipes ini sering sekali disertai berbagai keluhan saluran cerna, seperti mual, kembung, dan nyeri ulu hati.

Tapi bila telah sembuh sempurna, pasien bisa kembali mengkonsumsi makanan yang keras dan bergizi tinggi, tanpa ada batasan atau jenis makanan yang harus dihindari.

Malah bila terus diet bubur atau nasi tim dan makanan lunak lain, asupan gizinya bisa menjadi buruk yang malah menurunkan daya tahan tubuh dan mengundang terjadinya berbagai penyakit infeksi lain, termasuk terkena tipes yang berulang kali.

 

7. SEKALI TERKENA DEMAM TIFOID, KE DEPANNYA PASIEN AKAN MUDAH JATUH SAKIT.

Banyak sekali anggota masyarakat yang sangat takut terkena penyakit ini karena menganggap ke depannya akan mudah jatuh sakit.

Hal ini juga cuma mitos belaka, karena pasien yang telah sembuh dari demam tifoid, asal menjaga kesehatannya dengan baik, bisa memiliki daya tahan tubuh yang prima dan bisa terhindar dari berbagai penyakit di kemudian hari.

Jadi tidak benar pasien yang pernah terkena penyakit ini seakan-akan memiliki masa depan yang suram, yang sering disertai perasaan takut dan sedih yang berkepanjangan, bahkan kadang sampai depresi.

Semoga bermanfaat, bila dirasakan ada gunanya, mohon dishare ke relasi/keluarganya.

Semoga menjadi amal jariyah buat kita semua yah. 

 

 

Ditulis oleh Dr Andi Pratama Dharma, Internist 

 

#tropikdaninfeksi
#demamtifoid
#mitosdanhoax