Puasa, Autofagi & Kanker

 

 

 PUASA, AUTOFAGI, & KANKER 

 

 

APAKAH AUTOFAGI ITU? 

 

 

Setiap hari, sel-sel tubuh kita mendaur ulang dan memperbaharui isinya, melalui proses yang disebut sebagai autofagi. Selama proses ini, sel-sel memperbaiki komponen sel yang rusak sekaligus menghancurkan virus dan bakteria yang masuk ke dalam sel. 

 

 

 

 

APA PERAN DARI AUTOFAGI? 

 

 

Proses autofagi sangat penting bagi kesehatan dan daur ulang sel, serta vital bagi kemampuan sel bertahan hidup. Hadiah nobel di bidang kedokteran tahun 2016 diberikan kepada ahli biologi Jepang, Yoshinori Ohsumi, atas penelitiannya di bidang autofagi ini.

 

 

 

ADAKAH HUBUNGAN PUASA DENGAN AUTOFAGI? 

 

 

Para ilmuwan menemukan bahwa puasa 12-24 jam memicu autofagi, karena proses ini meningkat 12 jam setelah makan terakhir, atau istilahnya mengalami upregulasi.

Karena itulah berbagai studi membuktikan bahwa puasa dihubungkan dengan umur yang lebih panjang (longevity), salah satunya melalui perannya pada proses daur ulang sel ini.

 

 

 

APA HUBUNGAN AUTOFAGI DENGAN KANKER? 

 

 

Autofagi juga merupakan jalur perlindungan sel (cytoprotective survival pathway), yang dapat mencegah kerusakan jaringan yang kronis dan kematian sel, yang sering memicu inisiasi dan progresivitas penyakit kanker. Semua hal yang dapat menstimulasi dan memperbaki proses autofagi diharapkan dapat membantu mencegah sekaligus membantu pengobatan kanker.  

 

 

APA HUBUNGAN PUASA DENGAN KANKER?

 

 

Karena puasa 12-24 jam meningkatkan proses autofagi, puasa terbukti sangat bermanfaat baik dalam pencegahan maupun pengobatan kanker.

Selain melalui peningkatan aktivitas autofagi, puasa juga membantu melawan kanker dengan cara menurunkan resistensi insulin dan menurunkan derajat proses peradangan di dalam tubuh.

Puasa dapat memperbaiki berbagai penyakit kronis seperti obesitas dan diabetes yang merupakan faktor-faktor risiko terjadinya kanker. Selain itu, puasa terbukti membuat sel-sel kanker lebih sensitif terhadap kemoterapi sekaligus melindungi sel-sel normal dari efek samping kemoterapi.

 

 

 

APA YANG TERJADI SAAT KITA BERPUASA?  

 

 

 

Sekitar 6 jam setelah makan, proses pencernaan di lambung telah selesai. Mulai jam ke-7, lambung Anda dan berturut-turut organ pencernaan yang lain (usus halus, usus besar, liver/hati, dan pankreas) beristirahat dari fungsi rutinnya dan mulai melakukan proses autofagi, membuang sel-sel yang sudah tua dan rusak, termasuk sel-sel pra-kanker dan mikroorganisme patogen. Proses autofagi pada mereka yang berpuasa akan meningkat mulai jam ke-12 setelah makan terakhir.

Bila kita rutin berpuasa, misalnya menjalankan puasa sunnah dikombinasi dengan puasa intermittent selama 16 jam secara teratur (3-5 hari per minggu), proses autofagi ini akan menjadi lebih aktif dan lebih efektif sepanjang tahun.

 

 

 

APA KELEBIHAN PUASA INTERMITTENT INI?

  

 

Dibandingkan cara diet yang lain, puasa jauh lebih mudah, murah, dan alami. Cukup melewatkan makan pagi, masih tetap boleh minum air putih atau minuman tanpa kalori (teh, kopi), dan boleh minum obat.

Selain itu, puasa intermittent tidak perlu dijalankan setiap hari, cukup 3-5 hari dalam satu minggu.

Cara ini juga tidak perlu biaya tambahan, karena tidak ada suplemen khusus. Selain itu, kepatuhannya tinggi karena tidak perlu mengurangi makan, hanya mengatur waktu makan saja. Karena itu, pola diet sehat ini bisa dijalankan dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup.

 

 

 

BAGAIMANA CARA MENJALANKAN PUASA INTERMITTENT? 

 

 

Cara praktis menjalankan puasa intermittent 16/8 (16 jam puasa, 8 jam makan) bisa dipelajari di video berikut ini.

Bila dirasa bermanfaat, mohon dishare ke keluarga/relasinya, semoga jadi amal jariyah buat kita semua.

  

Penjelasan puasa intermittent