Yesus Dan Vegetarian

  

 

 

Yesus berasal dari tradisi Essene. Pandangan bahwa Yesus Kristus adalah seorang Guru dan pelopor vegetarisme didukung oleh banyak bagian buku di Injil Perdamaian Essene (The Essene Gospel of Peace): Buku Satu dan Injil Perdamaian Essene: Buku Empat – Ajaran Orang-Orang yang Terpilih, yang diterbitkan oleh Lembaga Internasional Biogenik.

Teks-teks ini diterjemahkan oleh Edmond Bordeaux Szekely dari naskah kuno berbahasa Yahudi dan Aramaik di dalam Arsip Rahasia Vatikan dan dari tulisan bahasa Slavia kuno di dalam Perpustakaan Kerajaan Hapsburgs (sekarang milik pemerintah Austria).

Anda juga dapat membaca versi ringkasan buku-buku ini dengan mengunjungi:

http://www.thenazareneway.com/index_essene_gospels_of_peace.htm

 

 

 

Anjuran Yesus mengenai Vegetarisme

 

 

Injil Perdamaian Essene: Buku Satu memuat banyak acuan yang dengan jelas mengungkapkan pandangan Yesus mengenai vegetarisme. Sebagai contoh, pada satu bagian Yesus ditanya, “Musa, yang terbesar di Israel, memperbolehkan nenek moyang kami untuk makan daging hewan yang halal, dan melarang hanya daging dari hewan yang haram. Tetapi, mengapa Engkau melarang kami memakan semua daging hewan? Hukum mana yang berasal dari Tuhan – hukum Musa atau hukum-Mu?”

Untuk pertanyaan ini, Yesus menjawab, “Tuhan memerintahkan nenek moyangmu: ‘Kamu jangan membunuh’. Tetapi hati mereka menjadi keras dan mereka membunuh. Lalu Musa menginginkan paling tidak mereka tidak membunuh manusia, lalu ia memperbolehkan mereka untuk membunuh hewan. Dan kemudian hati nenek moyangmu bahkan menjadi semakin keras. Mereka membunuh manusia dan juga hewan.

 

Tetapi Aku sungguh-sungguh berkata kepadamu: Jangan membunuh manusia, maupun hewan, dan tidak juga untuk dimakan dan dimasukkan ke dalam mulutmu. Karena jikalau kamu memakan makanan yang hidup, makanan yang sama akan menghidupkanmu, tetapi jikalau kamu membunuh makananmu, makanan yang sudah mati akan membunuhmu juga. Karena kehidupan hanya datang dari yang hidup, dan dari yang mati selalu mendatangkan kematian.”

 

Yesus kemudian menjelaskan lebih rinci dengan menyebutkan makanan tertentu yang boleh dimakan oleh para pengikutnya:

“Karena tubuhmu adalah apa yang kamu makan, dan jiwamu adalah apa yang kamu pikirkan. Sebab itu, siapkan dan makanlah semua buah dari pepohonan, semua rumput dari ladang, dan semua susu dari hewan liar untuk dimakan.

Karena semua ini diberi makan dan dimatangkan oleh api kehidupan; semuanya adalah pemberian dari para malaikat Bunda Semesta kita.

Tetapi jangan makan apa pun di mana hanya api kematian memberikan rasa, karena hal seperti ini berasal dari Iblis.

Dengan demikian, makanlah selalu dari meja Tuhan: buah-buahan dari pohon, padi dan rumput dari ladang, susu hewan, serta madu lebah.

Karena segala sesuatu di luar ini adalah berasal dari Iblis, dan membawa pada jalan dosa serta penyakit menuju kematian.

Tetapi makanan yang kamu makan dari meja Tuhan yang melimpah, dapat memberi kekuatan dan kesegaran pada tubuhmu, dan kamu tidak akan pernah menemui penyakit.”

 

Kutipan-kutipan dari kitab Injil Essene ini mendukung pernyataan tegas mengenai asal mula Essene dan warisan vegetarian Yesus:

“Yesus adalah vegetarian sejak Ia lahir dan bahkan ketika Ia berada dalam kandungan. Yesus lahir ke dalam suatu keluarga vegetarian, sebuah tradisi vegetarian, tradisi Essene. Hal ini dapat Anda pelajari dalam buku mengenai kehidupan Yesus.”

http://www.thenazareneway.com/index_essene_gospels_of_peace.htm