Air Kaya Hidrogen Vs Vitamin C, Yang Mana Lebih Baik?

 
  

   

 

 

 

AIR KAYA HIDROGEN VS VITAMIN C, MANA YANG LEBIH BAIK?

Air kaya hidrogen

dapat memberikan kemampuan kandungan antioksidan bagi tubuh yang lebih tinggi dibanding jenis senyawa lainnya, yang meliputi:

• 221x lebih kuat dari Polifenol: Senyawa fitokimia yang terkandung dalam sayur-sayuran, buah, dan sereal. Adapun konsumsi makanan tinggi polifenol dapat melindungi tubuh dari perkembangan kanker, penyakit jantung, diabetes, osteoporosis, dan penyakit neurodegenerative.

• 290x lebih kuat dari Katekin: Termasuk jenis yang berfungsi sebagai tinggi untuk mencegah kanker.

• 863x lebih kuat dari Koenzim Q10: Antioksidan vitamin yang dapat meningkatkan fungsi jantung, mengurangi nyeri, meningkatkan kualitas sperma, dan mencegah kanker.

• 431x lebih kuat dari Vitamin E: Memiliki efek yang baik untuk kesehatan kulit, di antaranya menyeimbangkan produksi sebum, mencegah tanda penuaan dini, mencegah kulit terbakar, mencegah rambut rontok, mengatasi diabetes, dan lainnya.

• 176x lebih kuat dari Vitamin C: Antioksidan untuk menjaga kulit tetap sehat bersinar, Reservasi kolagen, mencegah kanker, mengurangi risiko stroke, meningkatkan daya tahan tubuh, dan lain sebagainya.

 

 

 

 

Menghadapi pandemi Covid-19, para pakar kesehatan menganjurkan kita untuk mengkonsumsi berbagai antioksidan, seperti vitamin C, vitamin E, astaxanthin, Coenzym-Q10, dll untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Air kaya hidrogen telah sejak lama dikenal memiliki efek antioksidan, selain berbagai efek bermanfaat lainnya. Mana yang lebih unggul, hidrogen atau antioksidan yang lain? Bagaimana perbandingan antara hidrogen dengan berbagai antioksidan di atas?

Dari berbagai jurnal, banyak sekali keunggulan molekul hidrogen sebagai antioksidan bila dibandingkan antioksidan lain:

 

 

1. Hiporeaktif & Tidak Mempengaruhi Parameter Fisiologis. 

 

Karena bersifat hiporeaktif, molekul hidrogen terbukti tidak menganggu reaksi oksidasi-reduksi metabolisme, fungsi sel darah putih (netrofil dan makrofag), dan sistem pertahanan tubuh. Molekul hidrogen terbukti tidak berpengaruh buruk terhadap parameter fisiologis di dalam darah (suhu darah, tekanan darah, kadar keasaman darah, dan tekanan oksigen di dalam darah).

 

 

2. Antioksidan yang Selektif. 

 

Sebagai antioksidan, molekul hidrogen hanya bekerja ketika ada radikal bebas yang masuk ke jaringan, dan tidak aktif berperan sebagai promotor sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Molekul hidrogen juga bersifat selektif, artinya hanya menetralkan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh, terutama ketika jumlahnya meningkat bermakna.

 

 

3. Mengaktifkan Sistem Antioksidan Endogen & Meningkatkan Potensi Antioksidan Lain. 

 

Selain berfungsi sebagai antioksidan, molekul hidrogen juga dapat mengaktifkan sistem antioksidan tubuh (endogen) dalam menghadapi radikal bebas. Ion hidrogen juga mampu meningkatkan potensi antioksidan lain. Vitamin C misalnya, meningkat potensi antioksidannya hingga tiga kali lipat apabila dikonsumsi bersama-sama dengan molekul hidrogen.

 

 

4. Toksisitas Rendah & Ditoleransi Tubuh Lebih Baik. 

 

Karena toksisitasnya sangat rendah dibanding banyak sekali antioksidan lain, molekul hidrogen ditoleransi tubuh lebih baik dan dapat dikonsumsi dalam jumlah banyak dalam jangka waktu yang panjang.

 

 

5. Cepat dan Mudah Menembus Sel. 

 

Karena memiliki berat molekul yang kecil (molekul paling ringan di alam semesta), molekul hidrogen dapat dengan segera dan dengan mudah menembus membran sel, mitokondria, dan inti sel. Ketiganya merupakan target-target yang menjadi sasaran dari radikal bebas dalam merusak tubuh kita yang sulit dicapai oleh antioksidan lain yang memiliki ukuran molekul yang besar.

 

 

6. Mampu Mengatur Ekspresi Gen & Fungsi Biomolekul di Dalam Tubuh. 

 

Karena senyawa hidrogen dapat masuk ke dalam organel hingga ke inti sel, molekul ini ternyata mampu mengatur ekspresi berbagai gen. Lebih dari 200 biomolekul dan 1000 ekspresi gen yang dipengaruhi oleh molekul hidrogen. Karena itulah, selain sebagai antioksidan, senyawa hidrogen dalam air alkali terionisasi juga memiliki berbagai fungsi dan manfaat lain, mulai efek antiinflamasi (anti peradangan), antiapoptosis (menghambat kematian sel), antialergi, anti-obesitas, dan mampu meningkatkan kinerja metabolisme sel-sel tubuh.

 

 

7. Biaya Produksi yang Ekonomis. 

 

Biaya produksi molekul hidrogen jauh lebih murah dibandingkan biaya produksi antioksidan lain. Saat ini cukup dengan memiliki water ionizer atau hydrogen generator, molekul hidrogen dapat diperoleh untuk konsumsi seluruh keluarga. Untuk penggunaan jangka panjang dan untuk jumlah orang yang banyak (seperti seharusnya antioksidan dikonsumsi), keuntungan ini menjadi sangat signifikan dan memiliki potensi dalam pencegahan penyakit yang sangat bermakna.

 

Kenapa kami menggunakan air pegunungan Batukaru