Menghadapi New Normal

  

 

Mereka Yang Berhasil Dalam Menghadapi New Normal

 

Kehidupan kembali normal? Setelah pandemi Covid 19 sudah berbulan-bulan masyarakat di seluruh dunia menjalani masa karantina rumahan. Di mana segala aktivitas kehidupan yang biasa dijalani diredam secara drastis. Namun seiring tuntutan keadaan, kini keran aktivitas kembali dibuka perlahan-lahan. Orang mulai bergerak ke luar rumah. Roda perekonomian yang menjadi modal utama bergeraknya laju kehidupan, harus diusahakan kembali berjalan. Era yang dinamai New Normal, kondisi ‘normal baru’, diperkenalkan.

 

 

 

Pertahanan Terbaik Adalah Kesehatan 

 

 

 

Kita harus menyadari. Memakai masker, mencuci tangan, dan ekstrim menjaga jarak bukanlah cara melindungi diri yang paling utama. Semua itu bisa ditembus virus dalam kondisi tertentu. Apalagi saat kita bicara faktor kelengahan, kesempatan virus menembus menjadi tergandakan.

Tubuh manusia memiliki daya tahan yang sebenarnya langkah termudah untuk mencegah penularan penyakit. Benteng pertahanan tubuh yang berlapis adalah modal utama bagi kita melawan penyakit, terutama saat terjadi pandemi Corona seperti saat ini. Canggihnya pertahanan tubuh adalah benteng tersulit bagi virus untuk bisa menembus.

Sekalipun virus bisa menembus, sistem pertahanan tubuh akan segera bekerja secara simultan melindungi dan menciptakan antibodi yang spesifik mampu melawan. Sebuah sistem yang telah lama diadopsi manusia yang kita kenal dengan istilah vaksin. Prinsip imunitas ini sebenarnya adalah soko guru atau tiang utama yang bisa dijadikan andalan bagi kita untuk melawan serbuan virus Corona dan mengakhiri Pandemi Covid 19 dengan kemenangan di tangan kita. Kita menjalani keseharian dengan kehati-hatian, namun tidak perlu berada dalam cengkraman paranoid berlebihan. Di sisi lain pun kita bisa terus menggerakkan roda kehidupan tanpa dirisaukan waktu menunggu ditemukannya vaksin, Covid 19.

Anut gaya hidup sehat yang tepat. Pola makan yang sangat memperhatikan asupan makanan terbaik bagi tubuh dan mengenyahkan hal-hal yang tidak diperlukan tubuh. Buah dan sayuran segar adalah menu utama makanan. Hidrasi cairan tubuh dipelihara dengan rutin minum air putih berkualitas. Dalam keseharian pelaku Food combining, juga pelaku pola makan sejenis, jarang sakit, tidak bergantung pada obat, jamu, unsur herbal, atau tindakan kesehatan invasif lainnya. Indikasi ini mengisyaratkan bahwa proteksi pertahanan tubuh setidaknya telah disiapkan maksimal dalam menghadapi situasi terburuk seperti saat ini.

Di luar makanan minuman sebagai elemen primer, aktivitas fisik yang moderat, waktu istirahat cukup, dan manajemen stres juga wajib dijaga dalam level sekunder. Secara simultan faktor-faktor ini akan membuat kesehatan terjaga, dan daya tahan akan menjadi garda terdepan pelindung hidup Anda.

 

 

Tinggalkan Kebiasan Buruk Perusak Kesehatan 

 

 

 

Ilmu makan sehat semisal, orientasinya saat ini adalah bagaimana cara membuat makanan yang kita makan bisa menjadi fasilitator bagi kesehatan, bagi penguat daya tahan. Bukan malah sebaliknya, seperti yang terjadi saat ini. Perusak kesehatan yang justru paling depan!

Berapa banyak di antara kita yang secara sadar, mendahulukan apa yang kita makan berdasar cita rasa bukan berdasar manfaat. Dan juga dengan dengan dasar bersedia mengorbankan kesehatan demi mendapat apa yang diinginkan. Sikap permisif seperti ini membentuk sekumpulan individu yang menjalani kehidupan New Normal bagaikan menjadikan diri sasaran tembak empuk bagi virus Corona.

Kita harus belajar memahami mengkonsumsi makanan yang tidak sesuai peruntukan itu merugikan. Semisal banyak makan protein hewani, makanan prosesan, makanan yang melewati pemanasan, adalah masuk dalam golongan perusak kesehatan. Kebiasaan rutin minum kopi di pagi hari, membanjiri tubuh dengan teh, susu, soda, sirup, dan alkohol, apalagi bila ada dalam taraf ketergantungan, juga menjadi faktor perusak kesehatan.

 

Tubuh Asam Rentan Terjangkit Virus / Bakteri