Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: Radikal Bebas dan Antioksidan

 

 

 

Ada dua cara utama terhindar dari Covid-19 di era wabah pandemi virus corona yang melanda dunia saat ini.

Yang pertama adalah menghindarkan diri dari terpapar oleh virus semaksimal mungkin, yaitu dengan social/physical distancing dan tindakan antiseptik yang adekuat.

Yang kedua adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Dalam tulisan ini, akan dibahas beberapa cara mudah yang telah terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita, disertai pembahasan singkat mengenai literatur ilmiahnya. 

 

 

MENGHINDARI & MENETRALISIR RADIKAL BEBAS 

 

 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa radikal bebas berperan pada proses terjadinya hampir semua penyakit pada manusia, termasuk gangguan sistem pertahanan tubuh. 

 

“Stres oksidatif bisa membahayakan imunitas sekunder yang didapat.” (Referensi Dari Buku ke-1)

(Oxidative stress may be detrimental in acquired immunity). 

 

Sayangnya, kita dan keluarga tercinta terpapar oleh radikal bebas dengan berbagai bentuk sepanjang hari, sepanjang tahun, seumur hidup.

Dan karena itulah, semakin bertambah usia kita, kemampuan sistem pertahanan tubuh kita akan menjadi semakin menurun. 

 

“Proses penuaan merupakan hasil dari ketidakseimbangan antara paparan radikal bebas dengan produksi antioksidan tubuh. Proses ini khususnya sangat jelas terjadi pada sistem pertahanan tubuh, yang mengalami penurunan fungsi akibat stres oksidatif.” (Referensi Dari Buku ke-2)

(Senescence is the result of an imbalance between free radical production and antioxidant defences. This process is especially evident in the immune cells, which suffer a senescent deterioration linked to oxygen stress). 

 

Untuk menjaga agar sistem imun kita tetap baik, ada 2 cara yang bisa ditempuh.

Pertama, meningkatkan kesehatan dan kemampuannya, seperti yang akan dibahas di poin-poin selanjutnya.

Dan yang kedua, dengan mengurangi paparan pada berbagai hal yang dapat menyebabkan kerusakan, yaitu berbagai bentuk radikal bebas.

Cara yang kedua ini bisa ditempuh juga dengan dua cara.

Yang pertama adalah menghindarinya semaksimal mungkin, misalnya dengan berbagai pola hidup sehat.

Untuk itu tentu saja kita harus mengenal dan memahami berbagai jenis radikal bebas utama yang paling sering kita jumpai sehari-hari, mulai dari polusi udara dan air yang kita konsumsi sehari-hari; pestisida dari beras/sayuran yang kita makan, mulai dari pengawet makanan sehari-hari hingga radiasi dari gadget yang kita gunakan; termasuk juga asap rokok, alkohol, logam berat, obat-obatan tertentu, minyak goreng yang digunakan berulang-ulang, makanan tinggi lemak jenuh, dan masih banyak lagi ( Referensi Dari Buku ke-3). 

 

 

MENGKONSUMSI ANTIOKSIDAN SECARA TERATUR

  

 

Yang kedua adalah dengan menetralisir radikal bebas yang tidak bisa kita hindari dengan konsumsi antioksidan yang berkualitas secara rutin dan terus menerus.

 

“Suplementasi antioksidan secara esensial bisa memperbaiki defisiensi imunitas yang berhubungan dengan penuaan.” (Referensi Dari Buku ke-1)

(Antioxidant supplementation essentially reverses several age-associated immune deficiencies). 

“Pemberian antioksidan dapat memelihara fungsi sistem imun kita terhadap gangguan yang disebabkan oleh radikal bebas, yang berhubungan dengan proses penuaan.” (Referensi Dari Buku ke-2)

(Antioxidants preserve an adequate function of immune cells against homeostatic disturbances caused by oxidative stress, such as that involved with age). 

 

“Antioksidan endogen dan eksogen berperan sebagai penetrasir radikal bebas dengan mencegah dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif dan spesies nitrogen reaktif, dan karenanya dapat meningkatkan pertahanan sistem imun kita sekaligus menurunkan risiko kanker dan berbagai penyakit degeneratif.” (Referensi Dari Buku ke-3).

(Endogenous and exogenous antioxidants act as “free radical scavengers” by preventing and repairing damages caused by ROS and RNS, and therefore can enhance the immune defense and lower the risk of cancer and degenerative diseases). 

 

Kita mengenal banyak sekali antioksidan yang telah lama digunakan, misalnya berbagai vitamin dan mineral yang sudah populer di masyarakat.

Selain itu beberapa antioksidan baru, seperti molekul hidrogen semakin populer karena dianggap memiliki berbagai kelebihan.

Beberapa antioksidan, selain efeknya sebagai penetralisir radikal bebas, memiliki fungsi tambahan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Di poin-poin selanjutnya, akan dibahas beberapa antioksidan pilihan dengan manfaat tambahan meningkatkan daya tahan tubuh, di luar efeknya sebagai sekedar penetralisir radikal bebas.

Beberapa antioksidan yang akan dibahas secara khusus adalah vitamin dan mineral tertentu, air kaya hidrogen, madu, dan kurma.

 

KESIMPULAN 

 

1. Ada dua cara utama terhindar dari infeksi Covid-19.

Yang pertama adalah menghindarkan diri dari terpapar oleh virus semaksimal mungkin, dan yang kedua adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Ada berbagai cara mudah yang telah terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Yang pertama dan terpenting adalah dengan menghindari dan menetralisir berbagai radikal bebas.

 

 

2. Radikal bebas dapat merusak sistem pertahanan tubuh kita.

Untuk menjaga agar sistem imun kita tetap baik, kita harus mengurangi paparan terhadap radikal bebas.

Cara ini bisa ditempuh juga dengan dua cara: Yang pertama adalah menghindarinya semaksimal mungkin, dan yang kedua adalah dengan menetralisir radikal bebas yang tidak bisa kita hindari dengan konsumsi antioksidan yang berkualitas secara rutin dan terus menerus. 

 

 

3. Banyak sekali antioksidan yang beredar di masyarakat, mulai berbagai vitamin dan mineral yang sudah populer di masyarakat hingga berbagai suplemen atau makanan khusus yang memiliki fungsi sebagai antioksidan.

Beberapa antioksidan, selain efeknya sebagai penetralisir radikal bebas, memiliki fungsi tambahan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti multivitamin dan mineral tertentu, air kaya hidrogen, madu, dan kurma.  

 

Referensi: 

1. Review: Free Radicals, Antioxidants, and the Immune System
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10807157/

 

2. Effects of Antioxidants on Immune System Ageing
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12142953/

 

3. Free Radicals, Antioxidants in Disease and Health
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3614697/

 

 

Pentingnya Air 

 

1. Jumlah air yang kita minum setiap hari haruslah mencukupi, disesuaikan dengan berat badan dan berat ringannya aktivitas.

Secara umum, untuk aktivitas ringan sedang, panduan praktis jumlah air yang harus dikonsumsi berdasarkan berat badan bisa dilihat di tabel di bawah ini  

 

 

 

2. Bila asupan cairan kurang setiap hari, akan terjadi apa yang dinamakan DEHIDRASI KRONIS, dengan berbagai efek yang buruk bagi kesehatan, termasuk untuk daya tahan tubuh.

Misalnya bila seseorang dengan berat badan 60 kg hanya minum 1,5 liter setiap hari, berarti ada defisit 1 liter setiap harinya.

Bila hal ini terjadi berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan atau lebih, akan timbul berbagai keluhan dan efek jangka panjang yang berbahaya   

 

  

 

3. Bila air yang kita minum kurang dari kebutuhan harian, maka tubuh akan memprioritaskan cairan yang masuk untuk organ-organ yang dianggap penting, seperti jantung, otak, dan paru-paru.

Akibatnya, akan terjadi dehidrasi di organ-organ yang dianggap “kurang penting”, mulai dari kulit, sendi, dan termasuk sistem pertahanan tubuh. 

 

 

 

EFEK DEHIDRASI KRONIS PADA SISTEM IMUN 

 

Inilah efek dehidrasi terhadap pertahanan tubuh: 

 

1. Gangguan sistem limfatik 

 

“Dehidrasi menghambat efektivitas sistem limfatik, yang kemudian menyebabkan sisa metabolisme terhambat dan menciptakan kerusakan lebih lanjut.”

(Dehydration inhibits the effectiveness of one’s lymphatic system and allows cellular waste products to linger and create further havoc). 

 

Dehydration a Leading Cause of Diseases

https://www.newvision.co.ug/new_vision/news/1331212/dehydration-leading-cause-diseases

Sistem limfatik adalah sistem sirkulasi sekunder berisi sel-sel pertahanan tubuh, seperti limfosit dll yang sangat penting bagi pertahanan tubuh terhadap berbagai ancaman dari luar. 

 

 

 

2. Penurunan respon imun terhadap kuman patogen. 

 

“Respon imun terhadap komponen mikroorganisme patogen menurun pada keadaan dehidrasi.”

(The immune response in the DE (dehydration) group was lower than in normally hydrated subjects). 

 

Alleviating Effects of Dehydration Under No Hyperthermia on the Immunomodulatory Response to the Polysaccharide Fraction From Fu-Ling (Poria Cocos) in Male Collegiate Wrestlers

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21362276/

  

 

 

 

3. Penumpukan toksin di jaringan yang memperberat kerja sistem imun tubuh kita.

 

“Air membantu membawa oksigen ke sel-sel seluruh tubuh, yang membuatnya dapat berfungsi dengan baik. Air juga berfungsi membuang racun dan sisa metabolisme dari tubuh. Minum lebih banyak membantu penumpukan toksin yang dapat berpengaruh buruk pada sistem pertahanan tubuh kita.”

(Water helps to carry oxygen to your body cells, which results in properly functioning systems. It also works in removing toxins from the body, so drinking more of it could help prevent toxins from building up and having a negative impact on your immune system).  

 

 

How Water Can Boost Your Immune System

https://www.culligan.com/blog/how-water-can-boost-your-immune-system/  

 

 

TIPS MINUM SETIAP HARI

 

Kebutuhan air yang harus kita minum tadi (misalnya 60 kg = 2,5 liter), akan lebih baik bila dibagi secara merata mulai bangun tidur hingga tidur lagi, dengan aturan minimal 250-350 cc tiap minimal 2 jam.

Jadi sekali minum jangan kurang dari 250 cc, dan dikonsumsi minimal tiap 2 jam.
Semoga bermanfaat.  

 

 

Dari:
Dr. Andi Pratama Dharma, Sp.PD

   

 

 

Tentang Virus Corona

 

5 Buah Sumber Vitamin C

 

Cara Mencuci Tangan Yang Benar

 

Tubuh Asam Rentan Terjangkit Virus / Bakteri

 

Fase Kerja Setia Kangen Water Bali