Manfaat Minuman Beralkohol Jika Diminum Dalam Jumlah Sedikit Setiap Hari

Manfaat minuman herbal mengandung alkohol bagi kesehatan jantung berkaitan dengan kemampuannya meningkatkan kolesterol baik (HDL), menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri. Penyumbatan arteri itu sendiri merupakan faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.
Para peneliti dari Mediterranean Neurological menemukan bahwa mengonsumsi bir dalam porsi sewajarnya setiap hari bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 25 persen. Sama halnya dengan mengonsumsi anggur merah (red wine).
Istilah “spirit” (dari bahasa latin spiritus yang berarti “nafas”) yang merujuk ke minuman keras berasal dari alkimia Timur Tengah. Alkemis-alkemis tersebut lebih peduli dengan kesehatan obat mujarab dibandingkan dengan transmutasi timah menjadi emas. Uap yang dilepaskan dan dikumpulkan selama proses alkimia (seperti dengan distilasi alkohol) disebut sebagai spirit (“sukma”) dari cairan aslinya.

Bir Awalnya Diciptakan Sebagai Obat

Cairan berwarna kuning mengalir dari tong kayu besar ke sebuah gelas transparan. Di akhir tetesannya, ada busa-busa putih yang mengambang di atasnya. Ribuan gelembung udara yang menempel di sisi gelas menjadi daya tarik tersendiri dalam minuman ini. Orang-orang mengenalnya sebagai bir. 
Bir adalah minuman hasil fermentasi dari bahan-bahan berpati, misalnya gandum. Setelah difermentasi, bir tidak disuling sehingga alkoholnya tidak terlalu terasa di tenggorokan.
Dibandingkan wine, wiski dan lainnya, bir memiliki kandungan alkohol yang lebih rendah. Bir mengandung 4-5 persen saja. Sedangkan wine, memiliki kandungan alkohol berkisar 8-15 persen. 
Menurut catatan sejarah, bir diperkirakan minuman fermentasi tertua yang pernah dibuat. 
“Tidak ada yang tahu pasti kapan bir pertama kali diproduksi,” kata Arie Susanto, Brewmaster (ahli racik bir) dari Paulaner Brauhaus kepada CNN Indonesia. 
Ditambahkan dia, beberapa bukti sejarah membuktikan bahwa minuman ini telah menyertai perjalanan panjang peradaban manusia. “Prasasti tanah liat di Babilon, misalnya. Itu menjelaskan dengan rinci resep pembuatan bir di tahun 4.300 Sebelum Masehi,” katanya. “Selain itu, bir juga telah dibuat oleh bangsa Tiongkok kuno, Asiria, dan Inka.”
Kegunaan bir kini sudah mengalami pergeseran budaya. Di masa kini, banyak orang yang menyalahgunakan alkohol untuk mabuk-mabukan. Padahal, di zaman dulu bir disinyalir dibuat sebagai minuman obat.
Kegunaan bir sebagai minuman obat, kata Arie melanjutkan, terlihat dari tulisan di Mesir kuno yang diduga dibuat pada tahun 1600 Sebelum Masehi.
“Tulisan Mesir ini berisi tentang 100 resep pengobatan dengan menggunakan bir,” ujar lulusan Beer Engineering di Technische Universitat Munchen, Jerman ini. 
Selain itu, sebuah resep kuno yang sudah berusia tiga milenium yang ditemukan di kuil matahari Ratu Nefertiti. Resep ini pernah digunakan oleh New Castle Brewery di Inggris dan dijadikan 1000 botol bir yang diberinama Tuthankhamun Ale. 
Resep ini ditemukan ketika arkeolog, Barry Kemp menggali makam sang Ratu Mesir di tahun 1990. Saat menggali, ia menemukan 10 ruang pembuatan bir yang terkubur di bawahnya. Masing-masing ruang diketahui meninggalkan jejak residu bir. 
Asal usul istilah bahasa Inggris minuman keras, yaitu “liquor” dan kerabat dekatnya “liquid” adalah kata kerja Latin liquere, yang berarti “untuk menjadi cairan”. Menurut Oxford English Dictionary (OED; “Kamus Bahasa Inggris Oxford”), penggunaan awal dari kata ini dalam bahasa Inggris, yang berarti hanya “cairan”, bisa dirunut ke tahun 1225. Penggunaan pertama OED menyebutkan arti “liquor” adalah “cairan untuk minum” terjadi pada abad ke-14. Penggunaannya sebagai istilah untuk “minuman beralkohol memabukkan” muncul pada abad ke-16
Selain bagus untuk kesehatan jantung, minum anggur merah juga diketahui dapat membantu menurunkan berat badan, mengurangi pikun, meningkatkan sistem imun tubuh, dan mencegah pengeroposan tulang.

 

 

1. Bir turunkan risiko Alzheimer dan Parkinson

Bir tidak selamanya berisi kalori kosong. Berbagai studi menemukan bahwa bir mengandung thiamin dan riboflavin (dua jenis vitamin B), juga kalsium, magnesium, dan selenium yang lebih banyak daripada wine. Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan untuk membuat bir, yaitu jelai atau hops (pucuk pohon cemara).
Melansir Shape, sebuah studi terbitan Journal of Agriculture and Food Chemistry melaporkan senyawa aktif dalam hops dapat melindungi Anda dari risiko Alzheimer dan penyakit Parkinson. Penelitian lain dari Tiongkok (RRC) juga menemukan bahwa hop mengandung xanthohumol yang dikenal memiliki kandungan antioksidan dan antikanker tinggi yang berfungsi memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif.

 

2. Bir dark brew kaya zat besi

Minuman keras jenis bir dark brew alias bir hitam diketahui memiliki keunggulan nilai gizi yang mengalahkan bir biasa. Satu gelas standar (12-ons) bir dark brew mengandung kandungan zat besi 121 ppb (parts per billion) dibandingkan dengan bir biasa yang memiliki 92 ppb dan fermentasi bit non-alkohol sebanyak 63 ppb.
Zat besi berfungsi membawa oksigen lewat aliran darah dari paru ke seluruh otot tubuh dan sistem organ lainnya.  Ketika Anda kekurangan zat besi, oksigen akan mengalir lebih lambat dalam tubuh yang membuat Anda mudah merasa lelah, lesu, dan letih serta pucat.

 

3. Bir dan wine baik untuk kesehatan ginjal

Selain baik untuk jantung, bir dan wine yang dikonsumsi sewajarnya ternyata juga bagus untuk memelihara kesehatan ginjal.
Mengonsumsi bir dan wine pada kenyataannya menunjukkan penurunan risiko pembentukan batu ginjal hingga sekitar 41 persen. Selain itu, konsumsi rutin dari dua jenis minuman keras ini diketahui mampu menurunkan risiko kemunculan batu empedu asal sewajarnya.
Ini karena senyawa aktif dalam bir dan wine bekerja meningkatkan kolesterol baik sementara menurunkan kadar kolesterol buruk yang terkandung dalam empedu.

 

4. Vodka baik untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi

Vodka adalah jenis minuman keras yang memiliki kadar alkohol tinggi dan juga memiliki sifat antibakteri yang sangat baik.
Dua sifat inilah yang bisa menjadikan vodka sebagai obat kumur alternatif yang terbukti ampuh membunuh bakteri penyebab bau mulut dan kerusakan gigi. Jika Anda ingin menambahkan faktor sehatnya, Anda bisa tambahkan beberapa batang cengkeh, lembaran daun mint, atau sebatang kayu manis dalam botol “obat kumur vodka” Anda.

 

5. Meningkatkan fungsi otak

Kebiasaan minum minuman herbal beralkohol secara berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak otak. Namun jika Anda pandai mengendalikan porsi dan frekuensi minum-minumnya, asupan alkohol ternyata dapat membantu mencegah penurunan fungsi kognitif otak.
Penelitian dari Loyola University menemukan bahwa peminum miras yang mampu membatasi porsinya menunjukkan penurunan risiko kerusakan kognitif otak sebanyak 23 persen, termasuk penyakit Alzheimer dan demensia, dibandingkan dengan kelompok orang non-peminum minuman keras.
Sebuah studi lain terbitan Consciousness and Cognition menunjukkan bahwa konsumsi minuman keras dalam porsi sewajarnya ditunjukkan terkait dengan kemunculan pemikiran kreatif untuk memecahkan masalah dengan waktu yang lebih cepat daripada saat tidak minum alkohol.

 

6. Wine mencegah flu dan masuk angin

Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dalam jangka panjang bisa merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi terhadap berbagai macam penyakit. Namun, jika Anda mampu mempertahankan kebiasaan minum minuman beralkohol dalam porsi sewajarnya dan tidak terlalu sering, daya tahan tubuh Anda justru berpotensi semakin menguat.
Teori tersebut dibuktikan oleh sebuah studi dari Oregon Health & Science University yang mengamati efek minuman keras pada kera Makaka. Kera Makaka adalah spesies primata yang memiliki rancangan sistem imun tubuh paling mirip dengan manusia.
Tim peneliti menemukan bahwa kera yang mengonsumsi wine dalam porsi wajar menunjukkan peningkatan kualitas sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, kera yang minum terlalu banyak menunjukkan kekebalan tubuh yang melemah.

 

7. Wine juga memelihara kesehatan mata

Segelas red wine memiliki kandungan zat besi, magnesium, potasium, dan lutein juga zeaxanthin yang lebih tinggi ketimbang white wine.
Semua senyawa ini adalah karotenoid yang bisa mengurangi risiko Anda terhadap katarak dan degenerasi makular (hilangnya penglihatan sentral akibat kerusakan pada tengah retina, sekaligus penyebab utama kebutaan pada usia 50 tahun ke atas).

 

 

Ingat, terlalu banyak malah berbahaya

Sebelum membuka botol minuman beralkohol favorit Anda untuk merayakan berita baik ini, ingatlah bahwa tanggung jawab adalah kunci demi mendapatkan keseluruhan manfaatnya.

Minum bertanggung jawab artinya rata-rata satu gelas minuman herbal beralkohol pilihan Anda dalam satu hari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria. Di luar pedoman sehat ini, Anda justru akan membahayakan kesehatan Anda.